|
Written by Luluk Uliyah
|
Minum dari minuman kaleng? Atau memasak bahan-bahan yang sudah diawetkan dalam kaleng? Rasanya sering kita memanfaatkan makanan atau minuman yang disimpan dalam kaleng. Selain praktis, saat ini pun variasi rasanya sudah cukup tinggi. Namun pernahkah kita berpikir, dari mana asal muasal kaleng-kaleng tersebut? Tentu jawabannya bukan berasal dari pabrik.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Siti Maimunah
|
|
Salah urus sumber daya alam, gaya hidup modern dan konsumtif di kota, harus dibayar mahal oleh mereka di kampung, seperti yang terjadi di Congo dan Babel. |
|
Read more...
|
Bila masyarakat masih boros dalam pemakaian bermacam produk untuk kebutuhan hidupnya, seperti makan, minum, mandi, berhias, bertransportasi, berkomunikasi, lalu tidak mengelola dan mengendalikan sampah yang dihasilkannya, menebang hutan, merubah fungsi lahan dan sebagainya, maka suhu bumi akan meningkat. Bermacam kegiatan manusia itu menghasilkan gas karbondioksida (CO2), methana (NH4), nitroksida (N2O) yang dikenal sebagai gas rumah kaca. Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir yang menyelimuti bumi bermanfaat untuk menghangatkan bumi yang dingin. Namun bila konsentrasinya tidak stabil dan cenderung meningkat, maka suhu bumi meningkat dan terjadilah pemanasan global. |
|
Read more...
|
Sedikitnya 50 pabrik atau perusahaan industri di Kota Cimahi, Jawa Barat, menggunakan bahan bakar batu bara dalam proses produksinya. "Ada sekitar 50 pabrik di Cimahi yang menggunakan bahan bakar batu bara," kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan (Kasi PPL) Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi, Ir Rachman, di Gedung Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi.
|
|
Read more...
|
Puluhan ribu kilometer persegi es di laut Arktik meleleh, Minggu (9/8). Dengan mengamati melalui satelit, para ilmuwan memperkirakan luas lapisan sekarang adalah yang tersempit. Peneliti kawakan Eddie Gruben menyaksikan es yang meleleh semakin luas per dekade. Pengamatan dilakukan sekitar 2.414 kilometer di utara Seattle, AS. Akhir pekan lalu, tepi es tinggal berjarak 128 kilometer menjorok ke laut dan menurut Gruben (89 tahun), 40 tahun lalu, tepi es menjorok 64 kilometer lebih jauh ke laut. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
|
Page 4 of 7 |