|
Perkembangan bermacam teknologi telah membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai pengguna. Masyarakat mempunyai banyak pilihan dalam menjalani gaya hidup atau lifestyle nya. Apa yang terjadi bila masyarakat tidak memiliki daya untuk mengendalikan gaya hidup dengan banyak pilihan menggiurkan itu?
Masyarakat menggunakan bermacam produk hasil olahan teknologi dalam gaya hidupnya. Sebagian besar bahan produk itu berasal dari alam. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Novita Dwi Arini, Yogjakarta
|
|
Apakah perhiasan anda berhubungan dengan alam?
Jawabnya: Sangat! Untuk membuat kalung emas harus digali berton-ton tanah. Bersama 1 gram emas, dihasilkan pula: 2,1 ton limbah batuan dan lumpur tailing yang dibuang ke alam; 5,8 kilogram emisi beracun berupa 260 gram Timbal, 6,1 gram Merkuri dan 3 gram Sianida. Ia juga membutuhkan setidaknya 104 liter air. Bayangkan, jika perhiasan emas yang Anda pakai itu, totalnya 20 gram. Setidaknya ada 7 truk limbah beracun yang ia sumbangkan ke alam. (Kita & Tusuk Gigi, oleh Siti Maimunah) |
|
Read more...
|
Pengantar Pembukaan StoS 2008Oleh Voni Novita, Ketua Panitia StoS 2008
Tak hanya sekedar nonton. Itu yang selalu ada di benak kami, saat menggagas StoS 2008. Kami percaya, penonton harus mendapat pengetahuan baru, begitu pulang dari festival ini. Lebih jauh, ia memiliki cara pandang, kesadaran dan solidaritas baru, bahwa;
Alam punya keterbatasan Apapun yang kita lakukan, menyumbang kerusakannya Gaya hidup kita lah yang tentukan Mau ia tambah rusak, Solidaritas kita lah yang tentukan Mau ia pulih, atau mati pelan-pelan Itulah, mengapa StoS Kedua ini, mengangkat tema Vote for Life, atau memilih berjuang untuk hidup. Tema yang bermakna potret perjuangan kelompok-kelompok komunitas di kawasan kaya sumber daya alam – tambang, hutan dan migas, yang pontang-panting berhadapan dengan kekerasan hingga perusakan lingkungan.
Misi lainnya, StoS ingin menghubungkan cerita di kampung kepada publik kota, karenanya dipilih tema We Are Connected atau Kita terhubung – untuk pameran dan fotonovela sepanjang festival berlangsung.
Dalam Festival kedua ini, StoS menayangkan16 film, bertema perjuangan komunitas menyelematkan lahan, hutan dan air, serta tema khusus mengenai perubahan iklim. Jika dulunya, film yang ditayangkan dari 5 negara, kali ini ada 11 negara, diantaranya Malaysia, India, Guatamala, Nigeria dan lain-lain. Ia akan menginspirasi kita bagaimana ikut serta menyelamatkan lingkungan. Apalagi akan digelar juga – Bincang-bincang, untuk mendalami pesan dan teknis film tersebut.
Untuk menangkap ide dan pikiran pengunjung, StoS menggelar juga lomba puisi dan poster, dan juga pohon pesan. Semuanya bertema : Pesan untuk Presiden 2009 - 2014.
Seluruh acara akan dikemas menarik, memperkaya wacana tentang lingkungan sekitar dan kemampuan tiap orang, untuk bisa menjadi kelompok pengubah.
Akhirnya, andalah yang menentukan apakah StoS 2008 punya makna bagi diri dan lingkungan sekitar. Kami mengundang anda datang. Jangan ketinggalan.
Jakarta, 25 Januari 2008
|
|
Written by Siti Maimunah
|
|
Siapa tak kenal, atau tak pernah memakai tusuk gigi? Selepas makan - tusuk gigi biasanya jadi kewajiban. Bayangkan jika tak ada tusuk gigi, orang yang giginya renggang dan bolong, pasti jadi gak pede. Ada yang ngganjel rasanya di mulut. Itu baru dari tusuk gigi.
Bagaimana dengan kertas? Bayangkan jika tak ada kertas. Setidaknya buat yang sedang jatuh cinta tapi malu untuk nembak incarannya, pasti kesulitan menyampaikan maksud hati. Mau pake batu kayak jaman purba? Apa romantisnya! |
|
Read more...
|
|
Written by Nur Azizah
|
|
Kesigapan ibu-ibu komunitas Sekolah Perempuan Ciliwung sungguh luar biasa. Kendati harus berdesakan, para ibu itu sangat antusias menyimak film yang disuguhkan oleh South to South Film Festival (StoS) ke tengah sekretariat baru mereka, Senin (16/6). Film-film tersebut diantaranya Teluk Jakarta Under Pressure, The Fritz, The Last Boy Riding dan Jonathan Brown and the Last Penguin. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
|
Page 6 of 7 |