|
“Kami datang dan berbicara di sini untuk mencari dukungan atas nasib generasi bangsa yang terlupakan, bahkan oleh Pemerintah,” kata Irsyad, salah seorang korban lumpur Lapindo yang memberi kesaksian sesaat setelah South to South Film Festival (StoS Film Festival) dibuka oleh Solahudin Wahid (Gus Solah), di GoetheHaus, Menteng, Jakarta (22/1). Sebelumnya dua orang anak laki-laki korban lumpur Lapindo berusia 12 tahun, yang telah hidup bersama luapan lumpur Lapindo sejak tahun 2006, juga mengungkapkan kabar saudara-saudara mereka saat ini dan semangat hidupnya lewat puisi dan musik.
|
|
Read more...
|
|
|
Siaran Pers StoS Festival 2010, 22 Januari 2009
South to South – StoS Film Festival 2010 dimulai hari ini. Dari film-film yang akan diputar, Anak-Anak Lumpur merupakan film terpilih yang diputar pada pembukaan Festival. Film ini menceritakan kondisi anak-anak korban lumpur Lapindo, yang luput dari perhatian. Salahuddin Wahid, yang akrab dipanggil Gus Solah bersama wakil anak korban lumpur Lapindo, malam ini akan membuka Festival yang berlangsung selama tiga hari ini.
|
|
Read more...
|
Siaran Pers StoS Film Fetival 2010, 15 Januari 2010
“It’s amazing to know, from all kind of efforts that we (human kind) can do to save ourselves, we choose one thing: suicide”, film pembuka StoS Film Festival 2010, The Age of Stupid.
Tak terbantahkan, ketimpangan eksploitasi sumber daya alam merupakan kegagalan arah pembangunan global, yang terus melahirkan krisis berskala lokal hingga mengglobal – perubahan iklim. Celakanya, Konvensi Perubahan Iklim ke- 15 di Copenhagen, malah menyisakan masa depan penghuni bumi yang makin tak tentu. Lewat 23 filmnya, South to South (StoS) Festival 2010 akan memberi alasan tak terbantahkan, kenapa publik harus peduli dan segera bertindak menyelamatkan lingkungan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Ani Purwati
|
|
Dengan tema We Care, StoS Film Festival 2010 menggalang solidaritas (kepedulian) masyarakat antara negara-negara selatan, hulu dan hilir untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan masyarakat korban. Masyarakat dapat menunjukkan kepeduliaan itu secara langsung dengan terlibat sebagai relawan StoS Film Festival. Masyarakat juga dapat peduli dengan menghasilkan karya dan mengikuti kompetisi film, fotonovela dan blog. |
|
Read more...
|
|
Written by Nur Azizah
|
|
“Setiap malam Minggu saya datang ke daerah ini. Pagi hari saya lihat sendiri sampah yang ditinggalkan para pengunjung membuat hati saya sedih,” *** Pada Sabtu (9/1) malam kawasan Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan tak berkesudahan. Area Museum Fatahillah pun tak luput dari sergapan air suci yang mengucur dari langit. Tanpa hiraukan aktivitas makhluk lain di bawahnya, langit terus saja semburkan sejuknya. Di tengah semburan itu, nampak sejumlah relawan South to South Film Festival menyisir bangunan yang menyekat kawasan. Tanpa keluh para relawan terus menyibak air hujan demi gandeng pengunjung yang memenuhi area bangunan-bangunan kuno yang terletak kawasan konservasi Jakarta Barat itu. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
|
Page 2 of 7 |