Register
Home Home Artikel StoS Film Festival Hadir, Dukung Para Korban Bencana Lingkungan
Add to: JBookmarks Add to: Facebook Add to: Windows Live Add to: Icio Add to: Del.icoi.us Add to: Yahoo Add to: Technorati Information
Follow us on Twitter
       
StoS Film Festival Hadir, Dukung Para Korban Bencana Lingkungan
“Kami datang dan berbicara di sini untuk mencari dukungan atas nasib generasi bangsa yang terlupakan, bahkan oleh Pemerintah,” kata Irsyad, salah seorang korban lumpur Lapindo yang memberi kesaksian sesaat setelah South to South Film Festival (StoS Film Festival) dibuka oleh Solahudin Wahid (Gus Solah), di GoetheHaus, Menteng, Jakarta (22/1).

Sebelumnya dua orang anak laki-laki korban lumpur Lapindo berusia 12 tahun, yang telah hidup bersama luapan lumpur Lapindo sejak tahun 2006, juga mengungkapkan kabar saudara-saudara mereka saat ini dan semangat hidupnya lewat puisi dan musik.

Dalam sambutan pembukaannya Gus Solah mengatakan bahwa kasus Lapindo kurang mendapat perhatian publik karena tidak menjadi headline di media massa. “Di sinilah arti pentingnya informasi tentang lingkungan dan apa yang terjadi di sekitarnya,” katanya.

Masalah lingkungan yang tadinya hanya berkutat sekitar pencemaran kini telah meluas, baik terkait pangan, energi, air, hak asasi manusia dan sebagainya. Gus Solah mencontohkan, sumber daya alam seperti air tidak bertambah, namun kenyataannya penduduk terus meningkat, pencemaran, eksploitasi tambang, kebun juga meningkat.

“Kompleksnya masalah lingkungan hidup seharusnya menggugah kepedulian kita untuk terlibat dalam menanganinya,” kata Gus Solah. “Maka saya sangat mengapresiasi dan menghargai para pihak yang telah menyelenggarakan acara festival ini,” lanjutnya.

StoS Film Festival telah diselenggarakan untuk ketiga kalinya. Menurut Ferdinand Rachim sebagai Koordinator Panitia StoS Film Festival mengatakan, festival film yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini telah mengalami peningkatan baik penyelenggara, pendukung, dan materi. Penyelenggara yang tadinya (2008) lima menjadi 10 lembaga dengan dukungan berbagai media dan instansi budaya Jerman dan Perancis, film yang diputar yang tadinya 16 kini menjadi 23 film dokumenter dengan fakta-fakta yang telah terjadi. Juga dilengkapi dengan roadshow sebelumnya, kompetisi film, blog dan fotonovela.

Tak heran bila pengunjung StoS Festival 2010 yang ingin menggalang solidaritas dan kepedulian publik untuk lingkungan hidup dan masyarakat korban ini juga membludak. Di hari pertama saat pembukaan dan pemutaran film Anak-Anak Lumpur dan The Age Stupid pengunjung lebih dari 500 orang, baik dari publik maupun media. Pembukaan StoS juga dimeriahkan lagu-lagu dari A.S.A.P. band. Bukan hanya lewat lagu-lagu, band yang menggabungkan musik modern dengan tradisional seperti angklung ini, juga menyerahkan dua pohon sebagai symbol harapan ingin hijaunya alam ini.[]
 
Members : 235
Content : 59
Web Links : 5
Content View Hits : 117284
Designed by SAUNG WEB
We have 14 guests online