| Wajah-wajah yang Menggelitik Kepedulian: Pameran Foto “Potret Kita Peduli”, StoS 2010 |
| Written by Nurdiyansah | |||
|
[Jakarta, 23/01/2010] Ada hal berbeda yang ingin disampaikan beragam foto pada pameran foto “Potret Kita Peduli” sebagai bagian dari program South to South Film Festival (StoS) di tahun 2010. Bekerja sama dengan Komunitas Peduli Ciliwung, Kalacitra UIN, dan klab fotografi SKRAF, penyelenggaraan StoS tahun ke-3 ini berhasil mengumpulkan 30 foto single dan 3 foto story yang bisa dinikmati di GoetheHaus dan CCF selama festival berlangsung mulai 22-24 Januari 2010.
Tak hanya menawarkan sisi artistik dari sebuah karya fotografi, foto-foto yang menggantung di sepanjang tembok ruangan GoetheHaus ini mencoba menawarkan sisi lain dari kehidupan masyarakat yang bergelut dengan permasalahan lingkungan di sekitar kita. Karya Fatonah Suryaningsih misalnya, berjudul “Bersepeda ke Kampus”, memperlihatkan suatu dilema dari aktivitas bersepeda di Jakarta. Sebagai upaya mengurangi emisi kendaraan, bersepeda bisa jadi alternatif, namun foto jepretan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi itu juga memaparkan bagaimana seorang pengendara sepeda harus bergelut dengan pengendara motor, polusi, dan jalan raya yang tak bersahabat. Lain lagi dengan dengan karya-karya Komunitas Peduli Ciliwung yang sejenak memberikan kita perenungan akan keberadaan Sungai Ciliwung yang memprihatinkan. Sampah-sampah yang memenuhi sepanjang nadi Ibukota ini menjadi pemandangan yang memilukan. Di antara tumpukan sampah, warga miskin kota yang tinggal di bantaran Ciliwung tersebut menggantungkan kehidupannya di sana, seperti mandi, buang air, mencuci baju, mencuci bahan makanan, dan lainnya. Muhamad Yamin sebagai Ketua Pameran, yang juga perwakilan SKRAF (Seputar Kamera Fikom, Univ. Sahid) mengatakan, “Foto-foto yang dipamerkan (diharapkan) bisa mengubah cara pandang orang-orang, bukan cuma dilihat.” Mengenai proses pameran foto yang dikurasi oleh Ready Hardiyatmoko ini, SKRAF sendiri melakukan 2 minggu hunting di kawasan Cipanas, Jl. Pramuka, Bekasi, Tanjung Priuk, dan Kampus Univ. Sahid Jakarta. Sekitar 14 pengurus dan anggota SKRAF dikerahkan, hasilnya 7 foto (4 foto di GoetheHaus dan 3 foto di CCF) mereka bisa kita lihat pada “Potret Kita Peduli” di StoS 2010. Melalui wajah-wajah warga pinggiran kota Jakarta yang berhasil dipotret oleh lebih para 11 fotografer ini, setidaknya telah menggelitik kita yang melihat untuk sejenak merenungkan apa yang bisa kita lakukan untuk merubah keadaan menjadi lebih baik lagi. Selayaknya aliran hulu ke hilir dari Ciliwung, bahwa masalah lingkungan yang terjadi sekarang menunjukkan keterkaitan dari gaya hidup kita di perkotaan. Lantas, masihkah kita merasa tak perlu peduli atas apa yang menimpa saudara kita di bantaran Ciliwung maupun lautan sampah di Teluk Jakarta? [ ]
|

