Register
Home Home Artikel StoS Film Festival 2010 Tampilkan Film-Film Dokumenter Menarik
Add to: JBookmarks Add to: Facebook Add to: Windows Live Add to: Icio Add to: Del.icoi.us Add to: Yahoo Add to: Technorati Information
Follow us on Twitter
       
StoS Film Festival 2010 Tampilkan Film-Film Dokumenter Menarik
Written by Ani Purwati   
[Jakarta, 24/01/10] South to South Film Festival (StoS Film Festival) 2010 menampilkan film-film dokumenter yang lebih menarik. Tidak membosankan karena penyampaiannnya dalam bentuk drama dan tidak hanya dokumentasi misalnya. “Memang menarik tidaknya sebuah film juga tergantung dari sisi mana penonton melihatnya,” kata Mischelin, seorang produser film yang menjadi salah satu pembicara di StoS Film Festival 2010, GoetheHaus, Jakarta (23/1).
Film-film menarik ini sejalan dengan perkembangan film dokumenter saat ini. Dengan adanya StoS Film Festival ini Mischelin berharap kepedulian dari pembuat film dokumenter dengan isu-isu lingkungan hidup makin meningkat baik dari kualitas maupun substansi. Peningkatan itu sudah mulai nampak dengan hadirnya film Anak-Anak Lumpur misalnya. Film ini menggambarkan bagaimana kerusakan lingkungan hidup telah menelan korban dan kerugian yang besar.
Melalui film, masyarakat khususnya kaum muda dapat mengekspresikan gejolak mudanya yang ingin peduli akan lingkungan hidup di sekitarnya. Semuanya tidak perlu menelan biaya yang besar. Dengan keinginan dan kreatifitas bersama, para kreator dengan kemampunyannya seperti produser, sutradara dan sebagainya bisa bergabung tanpa menerima honor.
Untuk membuat sebuah film dokumenter memerlukan keahlian dalam memotret fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Menurut Hayu Dyah sebagai salah satu pembuat film dokumenter berjudul Satu Harapan dengan durasi 20 menit, untuk mendapatkan data dan gambar tiga tema dan judul film, waktu yang diperlukan sekitar satu bulan. Sedangkan untuk menyelesaikan produksi satu film seperti Satu Harapan yang masuk dalam Kompetisi Film memerlukan waktu sekitar empat bulan.
Film Satu Harapan bercerita tentang kehidupan seorang ibu dua orang anak yang kehidupannya tergantung pada hasil hutan di daerah Nusa Tenggara Barat. Dengan keterbatasan secara ekonomi seorang istri yang suaminya pernah pergi bekerja ke luar negeri ini tetap berusaha dan menggatungkan harapan untuk hidup lebih baik lagi. Film ini bersama lima film lainnya berkompetisi untuk mendapatkan StoS Film Festival Award.


 
Members : 232
Content : 59
Web Links : 5
Content View Hits : 116770
Designed by SAUNG WEB
We have 22 guests online