| Rasionalisasi Pemenang Fotonovela STOS 2010 |
|
Dibacakan pada acara penutupan South to South Film Festival 2010
Eksplorasi terhadap ide cerita, komposisi dan harmonisasi antara foto dan teks, serta originalitas adalah hal yang penting. Jika harus mengambil dari internet atau sumber lain, harap cantumkan sumbernya. StoS Film Festival 2010 ingin membuat fotonovela menjadi media penghubung, mengkomunikasikan apa masalah lingkungan dan bagaimana kita peduli. Kami memilih lima karya yang unggul karena alur yang mengalir, mudah dimengerti, serta mengangkat ide segar mengenai bagaimana memaknai suatu persoalan dengan pilihan sudut pandang yang unik. Selain itu, kelimanya mengusung tema dan gagasan sesuai dengan tema besar STOS 2010, yaitu: ‘We Care’. Kelima karya unggulan tersebut adalah: 1. Celengan Sampah, karya Jatmiko Wicaksono 2. Tempat Bermain di Ibu Kota, karya Liza Aufia Utami 3. Hidup Berdaya di Kampung Halaman, karya Dariman 4. Generasi Rimba, Orang Rimba, karya Umbo Pudidan Karun 5. Nasib Bukit, karya Rudy Dwi Kurniawan Dari kelima karya unggulan, kami memilih satu karya untuk mendapatkan penghargaan ‘most inspiring fotonovela’. Fotonovela ini terpilih karena landasan cerita diangkat dari sesuatu yang sederhana, isu yang diangkat ada di sekitar kita, dan sesuai nama penghargaannya, bisa menginspirasikan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Fotonovela yang berhak mendapatkan penghargaan ‘most inspiring fotonovela’ adalah Celengan Sampah, karya Jatmiko Wicaksono.
Pemenang ‘most inspiring fotonovela’ berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 3.000.000,- dan empat karya terbaik sisanya berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 1.250.000,-.
|

