| Perempuan, Agen Perubahan |
|
Dampak perubahan iklim kian terasa. Cuaca panas yang menyengat tak sebanding dengan curah hujan yang mulai berkurang belakangan ini. Fenomena ini disadari oleh para ibu di Sekolah Perempuan Ciliwung. Beranjak dari kesadaran tersebut, mereka mengajak South to South Film Festival menggelar kegiatan bersama, yaitu pemutaran film dan diskusi tentang lingkungan di sekretariat Sekolah Perempuan Ciliwung di Kalibata, Senin (16/6). Pertanyaannya adalah “Mengapa iklim mulai tak bersahabat dengan manusia?” Nur Hidayati, Koordinator untuk Keadilan iklim Civil Society Forum mengatakan bahwa perubahan iklim terjadi akibat naiknya permukaan air laut, menghambat aliran air sungai ke laut. “Bahkan ada ahli yang meramalkan bahwa tahun 2030, bagian Jakarta sebelah Utara bakal terendam,” katanya. Sementara itu Ulfa Hidayati, Koordinator Divisi Penelitian, Dokumentasi dan Publikasi Kapal Perempuan menambahkan bahwa perempuan mempunyai peranan penting dalam merubah pola hidup yang tanpa sadar diatur oleh televisi. “Jadi mengapa di film tadi banyak sampah? Itu karena sumbangan dari rumah tangga yang banyak mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tegas Ulfa. Lantas, bagaimana cara mengurangi sampah-sampah tersebut? “Salah satunya adalah tidak langsung membuang botol air mineral melainkan dikumpulkan dan diberikan ke pemulung.” Demikian tanggapan Ulfa dalam diskusi tersebut. Adakah solusi lain yang telah dilakukan oleh ibu-ibu itu? Ibu Roedemah (63 tahun) menyatakan bahwa sehari-harinya ia bekerja mengambil gelas-gelas air mineral, plastik, kardus dan barang usang lain. Tanpa ia sadari pekerjaannya adalah suatu wujud kepedulian terhadap lingkungan, selain mendapat keuntungan finansial. Hal yang lebih menakjubkan adalah apa yang dilakukan ibu Eny (60 tahun.) Ia berhasil mengajak teman-temannya yang lain untuk mendaur ulang limbah plastik menjadi tas. Memang terlihat kecil, namun itulah bentuk kepedulian perempuan terhadap persoalan ketidakseimbangan alam akibat perubahan iklim.* Diunduh dari http://www.jurnalperempuan.com/index.php/jpo/comments/perempuan_agen_perubahan/
|

